You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
saefullah beri santunan
photo Budhi Firmansyah Surapati - Beritajakarta.id

Saefullah Berikan Santunan 500 Anak Yatim dan Dhuafa

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali memberikan santunan kepada anak yatim piatu serta kaum dhuafa. Kali ini, sebanyak 500 anak yatim piatu dan kaum dhuafa di Jakarta Utara mendapat perhatian Pemprov DKI Jakarta.

Ke depan persaingan hidup semakin ketat. Adik-adik kalau mau bersaing harus pintar

Anak yatim piatu dan dhuafa tersebut berasal dari sejumlah wilayah di DKI Jakarta, terdiri dari anak-anak usia sekolah dari SD sampai SMA. Masing-masing diberikan santunan berupa uang sebesar Rp 200 ribu dan perlengkapan sekolah.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah berpesan agar anak yatim piatu terus diperhatikan pendidikannya. Sebab, di era globalisasi saat ini, persaingan semakin ketat dan hanya yang memiliki kemampuan dapat bersaing.

TP PKK Jaksel Santuni 300 Orang Kurang Mampu

"Ke depan persaingan hidup semakin ketat. Adik-adik kalau mau bersaing harus pintar," pesan Saefullah saat memberikan santunan di Jakarta Islamic Center, Sabtu (4/7).

Dalam kesempatan tersebut, mantan Walikota Jakarta Pusat tersebut juga akan memberikan beasiswa kepada dua anak yatim piatu yang berprestasi hingga lulus sekolah menengah atas (SMA). Keduanya yakni Deva, siswi kelas XI SMA 13 dan Supriyadi siswa kelas VIII SMP 196.

"Insya Allah sekolahnya akan ditanggung beasiswa," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1184 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1161 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye948 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye933 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye847 personBudhi Firmansyah Surapati